PUBLIC SPEAKING BAGI TENAGA KESEHATAN

Penulis

Winda Kusumawardani
Universitas Airlangga
Pulung Siswantara
Universitas Airlangga
Berliana Devianti Putri
Universitas Airlangga
Hilda Yunita Sabrie
Universitas Airlangga
Inviana Agustin Dima Putri
Universitas Airlangga
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.20473/aup.1792

Kata Kunci:

Public speaking, komunikasi kesehatan, tenaga kesehatan, health communication

##submission.synopsis##

Kemampuan menyampaikan informasi kesehatan secara jelas dan empatik merupakan bagian penting dari pelayanan yang berkualitas. Buku Public Speaking bagi Tenaga Kesehatan hadir sebagai panduan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dalam pelayanan pasien, edukasi masyarakat, dan forum ilmiah.

Pembahasan dimulai dari konsep dasar dan kompetensi public speaking, membangun kesan pertama, serta penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal. Pembaca kemudian diajak memahami komunikasi terapeutik, etika dan hukum kesehatan, penanganan keluhan pasien, hingga pemanfaatan media promosi kesehatan. Teknik presentasi dan penyuluhan disertai pembahasan psikologi audiens agar pesan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik penerimanya.

Buku ini juga mengulas komunikasi dalam situasi krisis, kolaborasi antarprofesi, dan interaksi lintas budaya. Perkembangan komunikasi digital dibahas melalui pemanfaatan media sosial serta strategi menghadapi hoaks kesehatan dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Contoh kasus, dialog, dan simulasi membantu pembaca menghubungkan konsep dengan situasi yang dihadapi dalam praktik. Salah satu penerapannya ditampilkan melalui penyampaian hasil penelitian mengenai pemulihan pasien demam berdarah dengue, termasuk penyederhanaan informasi statistik untuk presentasi ilmiah.

Ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan, buku ini menjadi referensi untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan kejelasan pesan, serta mengembangkan komunikasi profesional yang menghargai pasien dan mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Thompson, T.L., Parrott, R. & Nussbaum, J.F. (Eds.). (2011). The Routledge Handbook of Health Communication (2nd ed.). New York, NY: Routledge

Ting-Toomey, S. (2017). Communicating Across Cultures. New York: The Guilford Press.

Townsend, M. C. (2014). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Philadelphia: F.A. Davis Company.

Truog, R.D., Brown, S.D., Browning, D., Hundert, E.M., Rider, E.A., Bell, S.K. & Meyer, E.C. (2015). Microethics: The ethics of everyday clinical practice. Hastings Center Report, 45(1), 11–17et al.

Vandawati, Z., Sabrie, H. Y., Dian, W., Amalia, R. (2016). Aspek Hukum Kartu Indonesia Sehat. YURIDIKA: Fakuktas Hukum Universitas Airlangga.Vol. 31, No.3.

Veil, S. R., Buehner, T., & Palenchar, M. J. (2011). A Work-in-Process Literature Review: Incorporating Social Media in Risk and Crisis Communication. Journal of Contingencies and Crisis Management, 19(2), 110–122.

Ventola, C. L. (2014). Social media and health care professionals: Benefits, risks, and best practices. P&T, 39(7), 491–520.

Verderber, R.F., Verderber, K.S. & Sellnow, D.D. (2023). The challenge of effective speaking in a digital age (18th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.

Vincent, C. (2010). Patient safety (2nd ed.). Chichester: Wiley-Blackwell.

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380).

Unduhan

BISAC

  • MEDICAL / Communication
  • MED078000 Medical / Public Health

##catalog.published##

October 12, 2026

##series.series##

##catalog.categories##

##monograph.miscellaneousDetails##

##monograph.publicationFormat.productDimensions##