Syzygium cumini sebagai Antimalaria: Harapan Baru Pengendalian Malaria
Kata Kunci:
Syzygium cumini, antimalaria, fitokimia##submission.synopsis##
Malaria masih menjadi tantangan kesehatan global, khususnya di wilayah tropis, seiring meningkatnya resistansi Plasmodium terhadap obat antimalaria konvensional. Kondisi ini mendorong pengembangan strategi terapi yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan. Buku ini menyajikan kajian komprehensif tentang malaria, mencakup epidemiologi, biologi dan siklus hidup Plasmodium spp., metabolisme parasit, terapi konvensional, serta dinamika resistansi obat beserta mekanisme molekulernya, termasuk peran gen transporter seperti pfcrt dan pfmdr1.
Secara khusus, buku ini mengangkat potensi Syzygium cumini sebagai kandidat fitofarmaka antimalaria berbasis bahan alam. Berbagai hasil penelitian in vitro dan in vivo dipaparkan untuk menjelaskan aktivitas antiplasmodial, proses ekstraksi dan identifikasi senyawa bioaktif, serta pengujian pada model hewan Plasmodium berghei. Selain itu, dibahas inovasi nanoteknologi melalui pengembangan nanoformulasi untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas terapi herbal.
Disusun dalam enam bab, buku ini memadukan kajian teoretis dan penelitian eksperimental. Kehadirannya diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi, sekaligus membuka wawasan tentang sinergi kearifan lokal dan teknologi modern dalam menghadapi resistansi obat malaria.
Unduhan
Referensi
Otun SO, Graca R, Onisuru O, and Achilonu I. 2024. Evaluation of Plasmodium berghei Models in Malaria Research. J Cell Signal. 5(3):96-113.
Oza T, Gandhi D, Rajput M, Trivedi U, Gupta P, Chauhan J, Chapla R, Sanghvi G, and Desai K, 2021. Biological Conjugates: Potential Role in Biomedical and Pharmaceutical Applications. In Nanotechnology in the Life Sciences. 359–390.
Padmanaban G, Nagaraj VA, and Rangarajan PN. 2007. Drugs and drug targets against malaria. Current science. 1545-1555.
Paitayatat S, Tarnchompoo B, Thebtaranonth Y, and Yuthavong Y. 1997. Correlation of antimalarial activity of artemisinin derivatives with binding affinity with ferroprotoporphyrin IX. J. Med Chem 40: 633-638.
Pandey AV, Tekwani RL, Singhand VS, and Chaukan. 1999. Artemisinin an endoperoxide antimalaria disrupts the hemoglobin katabolism and heme detoxification system in malaria parasite. The J. of Biological Chemistry 274 (27): 19383-19388
Pandolfi L, Bellini M, Vanna R, et al. 2017. H-Ferritin Enriches the Curcumin Uptake and Improves the Therapeutic Efficacy in Triple Negative Breast Cancer Cells. Biomacromolecules. 18(10): 3318–3330.
Panyam J, Dali MM, Sahoo SK, Ma W, Chakravarthi SS, Amidon GL, Levy RJ, and Labhasetwar V. 2003. Polymer Degradation and In Vitro Release of A Model Protein from Poly(,-lactide-co-glycolide) Nano- and Microparticles. J Controlled Release. 92: 173–187.
BISAC
- MED022000 Medical / Diseases
- MED071000 Medical / Pharmacology
- MED004000 Medical / Alternative & Complementary Medicine
##catalog.published##
##series.series##
##catalog.categories##
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

