Test Bisik Modifikasi
Kata Kunci:
tes bisik, audiologi, telinga, pendengaran##submission.synopsis##
Tes bisik menjadi alternatif yang paling memungkinkan untuk dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, biaya relatif murah. Kedua, tidak memerlukan alat yang berat, rumit atau teknologi khusus sehingga bisa dilakukan dengan cepat. Ketiga, tidak memerlukan ruangan khusus sehingga dapat dilakukan di mana saja sepanjang masih memenuhi syarat-syarat pelaksanaannya.
Tes Bisik dibagi menjadi dua macam, yaitu Tes Bisik Konvensional dan Tes Bisik Modifikasi Jarak. Metode Tes Bisik Modifikasi adalah salah satu uji pendengaran yang sudah lama digunakan untuk pemeriksaan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun pemeriksaan karyawan RSUD. Dr. Soetomo Surabaya secara rutin tiap tahun. Keuntungan cara ini pemeriksa dapat melakukan tes pendengaran pada peserta dalam jumlah banyak, dapat dilakukan tanpa bantuan orang lain serta tidak perlu menggunakan ruangan yang panjang (6 meter) seperti cara konvensional, sehingga cara ini dianggap cukup praktis untuk digunakan sebagai skrining pendengaran.
Karena itulah buku Tes Bisik Modifikasi Jarak ini kami susun sebagai panduan sederhana. Mudah-mudahan buku ini dapat membantu siapa pun yang peduli terhadap kesehatan telinga khususnya pendengaran sehingga dapat mendeteksi gangguan pendengaran yang ada sedini mungkin dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode skiring pendengaran khususnya untuk masa dalam jumlah besar, masyarakat luas seperti sekolah, panti asuhan, kantor, dan lain-lain. Dengan harapan, adanya buku ini dapat membuat kita semua untuk melalukan tes pendengaran, dan dapat dilakukan secara rutin dan terintegrasi dalam kegiatan peduli akan kesehatan telinga dan pendengaran.
Unduhan
Referensi
Purnami, Nyilo., Rachmadhan, Hayyu Fath., A Study Prevalence of Congenital Rubella Syndrome Cases Before and After Rubella Vaccination Campaign. Indian J Otolaryngol Head Neck Surg. 2023; 25;75(4):2913–2920.
Purnami, N., Dipta, C., & Rahman, M. A. (2018). Characteristics of infants and young children with sensorineural hearing loss in Dr. Soetomo Hospital. Oto Rhino Laryngologica Indonesiana, 48(1), 11 17
Potgieter & Swanepoel, et al. The South African English Smartphone Digits-in-Noise Hearing Test: Effect of Age, Hearing Loss, and Speaking Competence. Ear Hear. 2018 Jul/Aug;39(4):656-663.
Rachman, F., & Purnami, N. (2014). Mechanoelectric of cochlear transduction. Jurnal THT KL, 7(2), 92 104.
Riset Kesehatan Dasar. 2013
Rohen, J.W., Yokochi, C., & Lütjen-Drecoll E. Color Atlas of Anatomy: A Photographic Study of the Human Body Lippincott Williams & Wilkins, 2011
Rundjan, L., Amir, I., Suwento, R., & Mangunatmadja, I. (2005). Skrining gangguan pendengaran pada neonatus risiko tinggi. Sari Pediatri, 6(4), 149 154
BISAC
- MED007000 Medical / Audiology & Speech Pathology
##catalog.published##
##series.series##
##catalog.categories##
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

