Flourishing Self Help : Panduan Praktis Meningkatkan Flourishing dalam Diri
Keywords:
Flourishing, Psychology, Biopsychosocial, Health EducationSynopsis
Flourishing Self Help: Panduan Praktis Meningkatkan Flourishing dalam Diri mengajak pembaca memahami bahwa hidup yang sehat dan bermakna bukan sekadar terbebas dari stres atau masalah mental, tetapi juga tentang kemampuan untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, tuntutan sosial, paparan media digital, kesepian, serta tekanan untuk mencapai kesuksesan, banyak orang merasa lelah, kehilangan arah, dan mempertanyakan makna dari pencapaian yang diraih.
Buku ini memperkenalkan konsep flourishing sebagai kondisi ketika seseorang mampu mengembangkan kesehatan mental, hubungan interpersonal, keterampilan, tujuan hidup, serta kontribusi positif secara seimbang. Dengan pendekatan yang praktis dan mudah dipahami, pembaca diajak mengenali berbagai faktor yang dapat menghambat maupun mendukung perkembangan diri.
Ditujukan terutama bagi generasi muda, buku ini menjadi panduan untuk membangun ketahanan diri, memperkuat hubungan, menemukan makna, dan mengembangkan potensi secara optimal. Flourishing bukan sekadar bertahan menghadapi kehidupan, melainkan menata diri agar dapat tumbuh secara utuh dan memberi dampak positif bagi sekitar.
Downloads
References
Aristotle. (2009). The Nicomachean Ethics (Terj. D. Ross). Oxford University Press. (Naskah asli terbit pada 350 SM)
Augustine, S. (2015). The city of God (Terj. M. Dods). Roman Roads Media. (Naskah asli terbit pada 426 M)
Cicero, M.T.(1913). On duties (Terj. Walter Miller). Loeb Classical Library. (Naskah asli terbit pada 44 SM)
Etymonline. (2025). Online Etymology Dictionary. Diakses di: https://www.etymonline.com/search?type=all&q=flourish
Fakhry, M. (2002). Al-Farabi, founder of Islamic Neoplatonism: His life, works, and influence. Oneworld.
Fromm, E. (1956). The art of loving. Harper & Row.
Hume, D. (2007). A treatise of human nature volume 1 (Ed. D. F. Norton & M. J. Norton). Oxford University Press. (Naskah asli terbit pada 1739)
Huppert, F. A., & So, T. T. C. (2011). Flourishing Across Europe: Application of a New Conceptual Framework for Defining Well-Being. Social Indicators Research, 110(3), 837–861. https://doi.org/10.1007/s11205-011-9966-7
Keyes, C. L. M. (2007). Promoting and Protecting Mental Health as Flourishing: A Complementary Strategy for Improving National Mental Health. American Psychologist, 62(2), 95–108. https://doi.org/10.1037/0003-066X.62.2.95
Logeion. (2025). Logeion Dictionary. Diakses di: https://logeion.uchicago.edu/florere
Lyubomirsky, S., King, L., & Diener, E. (2005). The benefits of frequent positive affect: Does happiness lead to success? Psychological Bulletin, 131(6), 803–855. https://doi.org/10.1037/0033-2909.131.6.803
Maimonides, M. (1963). The guide of the perplexed (Terj. S. Pines). University of Chicago Press. (Naskah asli terbit pada 1190)
Seligman, M. (2012). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. William Heinemann.
Simpson, D. P. (1977). Cassell's Latin dictionary : Latin-English, English-Latin. London : New York :Cassell ; Macmil
Vanderweele, T. J., & Lomas, T. (2023). Terminology and the Well-being Literature The Scope of Emotional Well-being. Affective Science. https://doi.org/10.1007/s42761-022-00153-2/Published
Downloads
BISAC
- PSYCHOLOGY / Positive Psychology
- SEL031000 Self-help / Personal Growth / General
Published
Series
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

