KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DAN SDGs DI PEDESAAN: Konsep dan Implementasi
Kata Kunci:
SDGs, kewirusahaan sosial, pembangunan pedesaan##submission.synopsis##
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DAN SDGs DI PEDESAAN mengangkat refleksi kritis tentang bagaimana agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) berinteraksi dengan realitas sosial pedesaan di Indonesia. Berangkat dari kegelisahan intelektual sekaligus pengalaman lapangan penulis sebagai akademisi antropologi, buku ini menelaah sejauh mana wacana global Sustainable Development Goals benar-benar menyentuh kompleksitas lokal yang dipenuhi dinamika sosial, budaya, dan ekologi.
Melalui studi kasus pengembangan wisata Pantai Kelapa di Tuban, Jawa Timur, buku ini menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial bukan sekadar strategi ekonomi alternatif, melainkan ruang negosiasi nilai, identitas, dan kepentingan. Masyarakat desa diposisikan sebagai subjek aktif yang membentuk dan mengelola transformasi ekonomi berbasis solidaritas sosial, pengetahuan lokal, dan memori kolektif.
Disusun dengan pendekatan kualitatif-reflektif berbasis kerja lapangan, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif, buku ini juga mengkritisi penggunaan konsep kewirausahaan sosial yang kerap normatif dan romantik. Pembaca diajak memahami tarik-ulur antara otonomi lokal dan intervensi eksternal, antara pemberdayaan dan komodifikasi. Buku ini menjadi kontribusi akademik sekaligus ajakan dialog untuk mewujudkan pembangunan desa yang lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Ghoni, Khoirul & Wike, Wike & Novita, Asti. (2020). Implementasi Program Corporate Social Responsibility di Bidang Pendidikan (Studi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur dan PT. Kaltim Prima Coal di Kecamatan Bengalon). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik. 006. 71-81. 10.21776/ub.jiap.2020.006.01.9.
Gursoy, D., Chi, C. G., & Dyer, P. (2010). Locals' attitudes toward mass and alternative tourism: The case of Sunshine Coast, Australia. Journal of Travel Research, 49(3), 381-394.
Haigh, N., Walker, J., Bacq, S., & Kickul, J. (2015). Hybrid Organizations: Origins, Strategies, Impacts and Implications. California Management Review, 57(3), 5-12.
Hanafi. (2022). Membangun Ekonomi Desa melalui Pariwisata.
Haywood, L. K., Funke, N., Audouin, M., Musvoto, C., & Nahman, A. (2019). The sustainable development goals in South Africa: Investigating the need for multi-stakeholder partnerships. Development Southern Africa, 36(5),555–569. https://doi.org/10.1080/0376835X.2018.1461611
He, P. Y., & Xu, F. (2018). Evolutionary analysis of sustainable tourism. Annals of Tourism Research, 69, 76-89.
Heitmann, S. (2010). Film tourism planning and development: Questioning the role of stakeholders and sustainability. Tourism and Hospitality Planning and Development, 7(1), 31-46.
Hockerts, K. N. (2003). Sustainability innovations, ecological and social entrepreneurship and the management of antagonistic assets. Unpublished PhD Thesis, University St. Gallen.
Hoque, M. A., Lovelock, B., & Carr, A. (2020). Alleviating Indigenous poverty through tourism: The role of NGOs. Journal of Sustainable Tourism, 1–18. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1860070
Unduhan
BISAC
- HOM022000 House & Home / Sustainable Living
- TEC003070 Technology & Engineering / Agriculture / Sustainable Agriculture
##catalog.published##
##series.series##
##catalog.categories##
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

