Tingkah Laku Reproduksi Satwa Liar Mamalia

Authors

Supriyadi
Universitas Airlangga
Erma Safitri
Universitas Airlangga
Rimayanti
Universitas Airlangga
Sri Pantja Madyawati
Universitas Airlangga

Keywords:

animal, healt, animal behavior, zoonosis satwa liar, biologic reproduction

Synopsis

Buku Tingkah Laku Reproduksi Satwa Liar Mamalia membahas secara mendalam peran perilaku reproduksi sebagai faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan populasi mamalia liar dan keseimbangan ekosistem. Reproduksi tidak hanya dipaparkan sebagai proses biologis, tetapi juga sebagai fenomena perilaku yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika sosial, sistem komunikasi, pemilihan pasangan, serta kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Melalui kajian ilmiah, buku ini mengungkap bagaimana tingkah laku reproduksi menjadi landasan penting bagi keberhasilan kelangsungan generasi pada berbagai spesies mamalia liar.

Buku ini mengulas beragam strategi reproduksi yang berkembang pada mamalia liar, mulai dari sistem kawin monogami, poligini, hingga poliandri, serta variasi pola pengasuhan anak dan kompetisi antarindividu. Setiap pola dijelaskan sebagai hasil interaksi antara faktor genetik, ekologis, dan sosial yang membentuk strategi reproduksi unik pada masing-masing spesies. Perbedaan antara spesies yang hidup soliter dan berkelompok turut menjadi sorotan, menunjukkan bagaimana struktur sosial berpengaruh terhadap peluang keberhasilan reproduksi.

Selain itu, buku ini menyajikan temuan-temuan penelitian terkini mengenai dampak perubahan iklim, tekanan lingkungan, ketersediaan sumber daya, serta aktivitas manusia terhadap sistem reproduksi mamalia liar. Pengaruh stres ekologis terhadap hormon reproduksi, siklus birahi, perilaku kawin, dan keberhasilan pengasuhan keturunan dibahas secara komprehensif dan dikaitkan dengan tantangan konservasi masa kini. Dengan pendekatan integratif, buku ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam tentang tingkah laku reproduksi merupakan dasar penting dalam perancangan strategi konservasi yang efektif dan berkelanjutan. Ditujukan bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, pengelola satwa liar, serta pembaca umum, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus mendorong kepedulian terhadap pelestarian mamalia liar dan keanekaragaman hayati global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Dahlian, dan Mukhlisin. 2009. Preferensi Makan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kawasan Hutan Cagar Alam Jantho. Jurnal Biologi Edukasi. Vol. I No I.

Abdullah. Japisa, T. 2013. Karakterik Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus temminck) Pada Habitat Terganggu Di Ekosistem Hutan Seulawah. Jurnal EduBio Tropika. Volume 1, Nomor 1.

Agustin dan Retno Wulndari. 2008. Planet Fauna. Gala Ilmu Semesta.Yogyakarta. Alikodra, HS. 1987. Masalah pelestarian jalak bali. Media Konservasi 3(4).

Akmal, Y., Muliari, Nisa, C., & Novelina, S. (2015). Anatomy Accessory Glands Of Male Reproductive Of Javan Pangolin (Manis javanica). In Proceeding the 1th Almuslim International Conference on Science, Technology and Society (AICSTS), 1(1) Hal: 192-197.

Akmal, Y., Nisa, C., & Novelina, S. (2014a). Anatomi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica). Acta Veterinaria Indonesiana, 2(2), 74–81.

Akmal, Y., Nisa, C., & Novelina, S. (2014b). Anatomy of the Male Reproductive Organs of Javan Pangolin (Manis javanica). In Proceeding the 3 Joint International Meeting Bogor Indonesia P-03: 1 (Vol. 2). Hal: 69-70.

Akmal, Y., Nisa, C., & Novelina, S. (2019). Morfologi Kelenjar Aksesori Kelamin Jantan pada Trenggiling (Manis javanica) (Morphology Of The Male Sex Accessory Glands Of The Pangolin (Manis javanica)). Jurnal Veteriner, 20(36), 38–47. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2019.20.

Alikodra, H.S. 1990. Pengelolaan Satwaliar. Bogor. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Pusat Anatar Universitas Ilmu Hayat Institute Pertanian Bogor.

Alikondra, S. 1990. Pengelolaan Satwa Liar, jilid I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati. Institut pertanian bogor. Bogor.

Altman, J. 1973. Observational Study of Behavior. Sampling Methods. Illinois: Alle Laboratory of Animal Behavior. University of Chicago. Chicago, Illionis, U.S.A.

Anderson, R. 1984. Deer farming in Australia. In: Deer Refresher CourseProceedings no. 72. Sydney: University of Sydney.

Anonim. 2015. Harimau sumatera-harimau terancam punah. http://www.florafauna.web.id/2015/04/harimau-sumatera des kripsi-fakta.html. Diakses pada 22 April 2024, pukul 17.00 WIB.

Anonim. 2016. Harimau Sumatera. http://www.wwf.or.id/ program/spesies/harimau_ sumatera/. Diakses pada 21 April 2024 pukul 17.00 WIB Anonim. 2016. Beruk (Macaca nemestrina) http://tnklestari.word press.com /2016/09/29 /beruk-macaca-nemestrina/ (Diakses Pada Tanggal 21 April 2024, Pukul 20:00 WIB.).

Ardrey, Robert. 1970. The Social Contract: A Personal Inquiry into the Evolutionary Sources of Order and Disorder. Atheneum.

Awal. A, N.J sarker and K.Z Husain. 1992. Breeding Record of Sambar Deer (Cervus unicolor) in Captivity. Bangladesh jounal of zoology 20: 285-290.

Barrett et al. 2002. Human Evolutionary Psychology. Princeton University Press.

Basoeki, T.I., Arifin, Y.F., Moehansyah, Fithria, A. 2015. Kajian Perilaku Bekantan (Nasalis larvatus) Pada Konservasi Eks Situ Di Pt. Indocement Tarjun. Jurnal Enviroscienteae. 11: (175-186).

Bateson, P. 1991. The Development and Integration of Behaviour: Essays in Honour of Robert Hinde. Cambridge University Press. p. 479. ISBN 978-0-521-40709-0.

Bernstein, W M. 2011. A Basic Theory of Neuropsychoanalysis. Karnac Books. p. 81. ISBN 978

-1-85575-809-4.

Bismark, M. 1984. Biologi dan Konservasi Primata di Indonesia. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Bismark, M. 2009. Bioligi Konservasi Bekantan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.Bogor.

Bouton, M. E. 2007. Learning and behavior: A contemporary synthesis. Sunderland. Breed, M. D.

"Habituation".

Britannica. 1975. Yearbook of science and the future. p. 248. http://faunague.blogspot.com/2013/04/foto-foto-buaya-muara.html. Diakses pada 20 April 2024 pukul 19.00 WIB.

Buchmann, Stephen. 2006. Letters from the Hive: An Intimate History of Bees, Honey, and Humankind. Random House of Canada. p. 105. ISBN 978-0-553-38266-2.

Bucol, A. alcala, A. 2013. Tokay gecko, gecko gecko (sauria: gekkonidae) predation juvenile house rats. Herpetology notes. Vol 6:307-308.

Caldwell, J. 2004. World Trade in Crocodilian Skins, 2000–2002. WCMC – UNEP.

Campbell, N. A. 1996. "Chapter 50". Biology (4 ed.). Benjamin Cummings, New York. ISBN 0- 8053-1957-3. Control Thermoregulatory Behaviour in Reptiles. Pos One,2 (3); e28.

Cooper, K.E. 2002. Molecular Biology of Thermoregulation: Some Historical Immature Captive Nile Crocodiles, Crocodylus Niloticus, in Relationt, Feeding Physiologt & Behavior,53 (6):1157-1.

Cornwell-Smith, M.J. 1981. Farming deer in Britain and New Zealand. Span Vol. 24. hal: 12-15.

Cummings, Mark; Zahn-Waxler, Carolyn; Iannotti, Ronald. 1991. Altruism and aggression: biological and social origins. Cambridge Universit Press. p. 7.ISBN 978-0-521-42367-0.

Daniel, J.C. 1992. The Book of Indian Reptiles. Bombay Nat. Hist. Soc. and Oxford Univ. Press.

Davies, Nicholas B.; Krebs, John R.; West, Stuart A. 2012. An Introduction to Behavioural Ecology (4th ed.). John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-3949-9.

De Waal, Franz (2001). The Ape and the Sushi Master: Cultural Reflections by a Primatologist. Basic Books. p. 338. ISBN 978- 0-465-04176-3.

Departemen Kehutanan Irian Jaya. 1986. Studi Kelayakan Industri Kulit buaya di Irian Jaya. Kantor Wilayah Kehutanan Irian Jaya dan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Direktorat Jendral PHPA. 1985. Proseding Diskusi: Penangkaran Buaya sebagai Salah Satu Bentuk Pemanfaatan untuk Menunjang Perekonomian. BKSDA III. Direktorat Jendral PHPA. Departemen Kehutanan Bogor.

Dirgayusa, I. W. 1995. Jalak Bali Leucopsar rothschildi Stresemann :Tinjauan Status, Pengetahuan dan Konservasi. Workshop Important Bird Area. Bird Life International Indonesia Programme. Encyclopædia.

Fachrul, M., F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Ferina, R. 2011. Perilaku Harian Kuau Raja (Argusianus argus Linnaeus) di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi Sumatera Barat. Skripsi. Universitas Andalas. Padang.

Firmansyah, R. 2011. Mengenal Reptil. PT Puri Pustaka. Bandung. Freiberg, Dr. Marcos, Walls (1984). The World of Venomous Animals. New Jersey. TFH.

Marlius, E. Novarino, W, Risaldi. Dan Ardiyanto, A. 2018. Pola Aktivitas Tapir (Tapirus indicus Desmarest 1819) Di Hutan Kalaweit Supayang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Metamoforsa. Volume (1): 16-21.

Sawititri, R. Bismark, dan M. Takandjanjdi, M. 2012. Perilaku Trenggiling (Manis javanica Desmarest, 1822) Di Penangkaran Purwodadi, Deli Serdang, Sumatera Utara. Jurnal penelitian hutan dan konservasi alam. Vol. 9 No. 3 : 285-297.

Sofyan, H. Pudyatmoko, S. dan Imron. M., A. 2013 Perilaku Dan Jelajah Harian Orangutan Sumatera (Pongo abelli Lesson, 1827) Rehabilitan Di Kawasan Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar. Jurnal Ilmu Kehutanan. Volume VII No. 1.

Winarno, G., D. dan Harianto, S., P. 2013. Perilaku Satwa Liar (Ethology). CV. Anugrah Utama Raharja (AURA). Bandar Lampung.

Downloads

BISAC

  • SCI070020 Science / Life Sciences / Zoology / Invertebrates

Published

April 2, 2026

Categories

Details about this monograph

Physical Dimensions